expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 24 Agustus 2010

Sejarah Kungfu (Ilmu Silat Negri Cina)

lmu bela diri Kungfu pada mulanya berkembang dari kebutuhan dan kemampuan manusia untuk bertahan hidup, baik untuk membela diri dari berbagai jenis serangan binatang buas, berburu untuk mencari makan, maupun kemampuan untuk berperang.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang obat-obatan dan ilmu inti sari tubuh manusia dan alam (Ilmu tentang Chi) di Cina Kuno - serta perang saudara yang berkepanjangan, Seni Bela Diri Kungfu pun berkembang pesat dan menyebar luas, sehingga membawa banyak kontribusi dan mempengaruhi cikal bakal berbagai jenis macam ilmu bela diri di Asia, seperti Karate dan Taekwondo.

Di dunia persilatan, secara garis besar kungfu dikelompokkan menjadi dua menurut tipe gerakannya. Kungfu dari bagian Cina Utara lebih banyak terdiri dari gerakan-gerakan rumit yang cenderung mengandalkan gerakan akrobat-akrobat dan tendangan. Di sisi lain, Kungfu bagian Cina Selatan lebih memfokuskan pada gerakan tangan, kaki lebih sering digunakan sebagai “penyangga” yang kokoh bagi tubuh, dan lebih jarang menggunakan gerakan akrobat.

Tiga partai Kungfu tertua di Kangouw (dunia persilatan) Cina adalah:



1)Shaolin / Siaulim (少林)


Bodhidharma / Da Mo adalah seorang biksu legendaris beragama Buddha. Menurut mitologi Shaolin, Bodhidharma dianggap sebagai pendiri “Zen” agama Buddha dan aliran seni bela diri Siau Liem Sie Quanfa atau yang lebih dikenal sebagai Shaolin Kung Fu.

Riwayat hidup Da Mo jarang sekali diceritakan, tidak banyak orang yang tahu tentang pendiri aliran silat Shaolin tertua di dunia persilatan Cina ini.

Anggota-anggota partai Shaolin kebanyakan beragama Buddha (para kaum biksu) yang mencukur botak rambut dikepalanya. Seragam partai Shaolin pada umumnya berwarna merah terang-oranye. Walaupun dari generasi ke generasi terus mengalami perubahan desain, tetapi warnanya tidak akan berubah jauh, serupa dengan jubah-jubah yang banyak dipakai para biksu Buddha.

Markas utama partai Shaolin adalah di provinsi Henan tepatnya pada Song Shan (Pegunungan Song). Tipe permainan kungfu Shaolin terkenal akan kekuatannya yang seimbang dalam hal fisik maupun tenaga dalam. Senjata yang umum digunakan perkumpulan Shaolin adalah toya atau tongkat kayu.



2)Wu Dang / Butong (武當)


Awalnya, Zhang San Feng yang mendalami ilmu Tai Chi, membuka tempat pelatihan di desa Chen, lama-kelamaan setelah berganti generasi pengikut ajarannya semakin banyak. Hingga suatu saat mereka membuat markas perkumpulan di gunung Wu Dang dan membuat suatu perkumpulan kungfu tertua kedua di dunia persilatan yaitu Wu Dang. Bisa dibilang Wu Dang adalah perkumpulan kungfu turunan dari Shaolin, karena Jun Bao/Zhang San Feng adalah murid dari Shaolin pada awalnya.

Hanya saja permainan kungfu kedua perkumpulan tersebut amat berbeda caranya. Gerakan kungfu perkumpulan Wu Dang yang didasari ilmu Tai Chi murni terkenal halus, jarang menggunakan kekuatan fisik, lebih memfokuskan tenaga inti alam (Chi). Senjata yang umum digunakan partai Wu Dang adalah pedang.



3) Gai Bang / Kaipang ( 丐帮)


Perkumpulan / partai yang terdiri dari para pengemis. Pendiri partai kaipang, adalah seorang tanpa nama dari sekumpulan rakyat yang menderita. Ada yang bilang, pendiri partai kaipang adalah seorang bangsawan yang sengaja menyamar menjadi pengemis untuk menolong para rakyat yang menderita. Prinsip dasar partai kaipang adalah,”Menolong orang yang ditindas, dan mengetuk hati para orang punya dengan mengemis.”

Dari pertapaannya sebagai pengemis. Ia mendapatkan pencerahan, sebuah ilmu silat baru yang gerakannya disesuaikan dengan tingkah laku pengemis. Bersenjatakan tongkat kayu butut, dengan baju kusam. Ia membuat salah satu partai perkumpulan kungfu tertua dan terbesar di masa itu. Dalam cerita-cerita fiktif silat terkenal karya Jin Yong, digambarkan partai kaipang mengalami kemajuan yang pesat sampai dapat membangun markas perkumpulannya sendiri. Karena mereka membantu rakyat melawan perampok, pasukan kerajaan yang sewenang-wenang, banyak para bangsawan yang merasa simpati ikut membantu mereka dalam hal keuangan. Anggota partai kaipang dapat dengan mudah dikenali karena mereka akan selalu memakai pakaian butut yang kotor, sambil membawa sebatang tongkat kayu yang digunakan sebagai senjata mereka.

Tidak ada komentar: